Rabu, 26 Juni 2013

ceritaku



“CERITA AKHIR SEMESTER”


Teman adalah orang yang berharga dalam hidup kita karena apa kita selalu membutuhkannya dia yang selalu menemani kehidupan kita baik sedih maupun duka dia selalu dapat menghibur kita dikala kita sedang sedih.namun beda dengan apa yang kualami.
 Cerita ku berawal dari kelas 1 SMA. Disaat aku pertama masuk kedalam sekolah baru aku sangat takut untuk mengajak orang untuk berkenal dan aku pun sulit untuk move on dari teman-teman di SMP. Namun tetap aku jalani kehidupan ku yang sepi ini . tiba disebuah even yaitu pramuka  ada seorang gadis duduk diluar tenda kebetulan dia adalah teman satu kelas dan satu sangga dengan ku aku coba untuk memberanikan diri untuk mendekatinya , kita duduk berdua dan bercakap-cakap tentang kehidupan kita masing – masing. Dan kita pun menjadi akrab. Setelah kegiatan pramuka tersebut usai dan mulai saat itu hari-hari ku mulai bewarna dengan kehadiran seorang teman sebut saja dengan YAS, aku telah menganggap yas sebagai sahabat ku sendiri namun aku tak tau apakah yas menganggap aku sebagai sahabatnya, hari hariku kini penuh dengan canda dan tawa, ketika itu kita ketambahan satu teman yaitu sari, awalnya ketika mengenal sari hari hari ku masih penuh dengan tawa namun akhirnya timbul perbedaan antara aku dan sari dimata yas. Yas lebih care dengan sari dibandingkan dengan ku. Aku sempat berfikir apa salah yang telah ku perbuat kepada yas sehingga yas sampai begitunya.tiba disaat keadaan sedang panas antara yas dengan sari yang tidak ketaui apa itu penyebabnya, saat itu yas mulai mendekati aku lagi namun aku terima dengan lapang dada. Dan mulai saat itu tiba tiba timbul permusuhan antara yas dengan sari sebenarnya aku tidak memihak keduanya namun aku kasihan kepada yas karena ditinggal oleh sari dia jadi gak punya temen. Sedang kan sari mudah bergaul sehingga dia mudah dapet teman, aku selalu menemani hari hari yas , permusuhan mereka semakin hari semakin memanas, berbulan bulan tlah mereka lalui dengan permusuhan, tiba saat tanggal 31 mei disaat itu adalah hari ultah ku namun teman teman ku tidak mengetahuinya dan yas pun yang dekat dengan ku tidak mengetahuinya , sebenarnya aku kecewa, tapi taka pa, saat itu upacara sedanng berlangsung yas satu barisan dengan ku dan sari berdiri di depan barisanku, tiba tiba sari berteriak HAPPY BIRTHDAY RIAAS aku kaget dan aku tak menyangkan sari ingt dengan hari ultah ku mendengar ucapan itu yas hanya terdiam dan tersenyum padaku, mungkin itu hadiah untuk ku, setelah itu yas terlihat sedih aku Tanya ada apa dengan mu yas? Dia menjawab aku ingin sekali baikan dengan sari tapi aku takut untuk mengawalinya? “ udah aku katakana dari dulu toh apa salahnya minta ma’af duluan aku ingin liat senyum mu dan sari”, jawabku meski dalam hati aku berkata kau sering melupakan ku yas ketika kau dekat denngan sari, 7 hari setelah itu sari berulang tahun, namun yas dan sari belum baikan aku berharap dia bisa baikan di hari ultahnya sari. Namun itu pun hanya nihil, dan keesokan harinya yas menghampiriku “ aku harus minta ma’af, aku harus berani tapi gimana?” “ yaudah buruan sana minta ma’af” jawab ku, iya jwab iyas, setelah bel pulang berbunyi aku bergegas pulang dan ketika aku pulang ternyata yas memberanikan diri untuk minta ma’af dengan sari dan mereka pun akirnya baikan tanpa sepengetahuaku ,
Keesokan harinya mereka sudah bercanda ria sampai sampai dia tak memperdulikan ku ketika aku .lewat didepannya, hati ini terasa sakit air mata ini seaakan ingin menetes namun aku tahu, sesak didaa ini semakin menjadi jadi . hari hari bercanda, ketawa, usil, saling menasehati, curhat bersama yas lama kelamaan semakin pudar dan semua itu telah digantikan oleh sari, namun aku tak apa mungkin aku bukan teman yang baik, dan aku udah seneng liat mereka baikan. Semakin hari semakin aku tak dipedulikan dan akupun mulai agak menjauh setelah sakit yang kurasakan, dalm hati ku berkata apakah ini jalan hidupku tuhan aku gak punya sahabat, orang yang ku anggap sahabat dia pergi dia gak inget pegorbanan yang telah aku lakukan. Disaat aku sedang melamunkan itu tiba tiba dari belakang ada yang memegang pundak ku smbil berkata” yang sabar ya keep smile aja buat kamu?”, tapi aku pura pura gak tau apa yang dia katakan sebut saja dia nur,.” Aku taum perasaan mu “ ? “ perasaan apa sih nur ?” jawab ku “ gak usah gitu aku tau kok apa yang kamu rasain, makanya kamu yang tabah aja “ jawab nur “ iya nur aku kuat kok untuk dapat tersenyum lagi, aku pun sudah menebak jika dia baikan pasti aku akan terlupakan tapi tak apa mungkin itu takdir ku” jawab ku  “ semangat ya” sambil jalan meninggalkanku. Aku hanya tersenyum,.aku berfiir masih ada orang yang memberiku semangat dan mengerti perasaan ku,.hari hari ku kini tlah menjadi abu abu , disetiap canda dan tawa mereka bagiku pahit, karena apa dulu aku ikut mewarnai disetiap tawa merka kini aku telang luntur dengan seiring berjalannya waktu.” Yas rias kamu dicariin yas tuh” kata nur. “ ha ada apa” jawab ku “ aku gak tau ias duluan ya keburu nih” jawab nur sambil berlari,”tunggu nur aku mau bicara kepadamu” teriak ku, ketika itu nur berhenti berlari dan menghampiriku ada apa ias”? jawabnya “oya nanti kalau ada kabar tentang ku jngan kau sampaikan kepada yas ya?” pinta ku “kabar apa?”jawab nur “udah sana pergi katanya keburu” jawabku “iya dadada” jawab nur. Mendengar itu membuat ku berfikir yas masih memikirkan ku. Ketika perjalan pulang dengan pikiran yang kacau motor yang kukendarai melaju kencang dan saat itu dijalan aku tersenggol truk dan motor itu pun terjatuh dan terseret oleh truk saat itu keadaan  menjadi gelap terlihat bayang bayang sesosok yas dan sari yang ketawa dan melambaikan tangannya kepadaku selamat tinggal rias kata mereka berdua saat itu air mata ku meleleh dan setelah itu aku tak bisa merasakan apa apa lagi.tubuh ku lemas terbaring di jalan tak bernyawa,ketika aku bangun aku sudah dialam yang abadi dan aku dapat menyaksikan pemakaman ku dengan tenang, .
Yas dan sari pun belum mngetahui keadaan ku yang sudah tak bernyawa hari-hari mereka masih tetap ceria tiba disuatu hari, yas Tanya paa nur “ nur kok rias sekarang jangan terlihat apa dia gak masuk sekolah, apa dia sakit?” Tanya yas “ ya mana aku tau aku kan bukan sahabatnya kan yang sahabatnya kamu” jawab nur sambil meneteskan air mata. “akhir akhir ini rias menjauh dariku nur aku gak tau apa salah ku, dan akhir akhir ini aku sms dia gak ada yg bales nurr” cerita yas, nur..nurr kamu kenapa kok nangis aku salah ya “ Tanya yas. “ enggak yas kamu gak salah tapi aku gak abis pikir sama kamu yas kamu anggep rias apa sih ? sampai sampai kamu gak tau keadaannya, dia udah anggep kamu sahabatnya” sambil mengusap air matanya “gak abis pikir apa sih nur kenapa dengan ias ? kenapa kamu nangis, aku anggep ias tu sahabatku” Tanya yas “sahabat kamu bilang sahabat , kalau kamu sahabat nya sekarang kamu tau dimana ias berda haa gila kamu  yas dah banyak rias berkorban untuk mu tapi apa setelah kamu baikan sama si sari kamu melupakannya bahkan kamu hanya menganggap dia seperti angin lewat” sedu nur  “nur kamu kenapa ? jawan yas “ asal kamu tau rias udah meninggal yas dia udah tenang dialam sana” jawab nur lalu berlari menggalkan yas. “haaa kamu bercanda kan nuuurrr” teriak yas, namun nur tak tak mempedulikannya. Yas menangis dan berteriak “rrrrrrriiiiiiiiiaaaaaaaaassssssssss” kamu dimana …..aku butuh kamu.dan tiba tiba ada seseorang mendekati yas “ ia rias dah pergi bahkan udah 1 minggu ini” kata seseorang dari belakang yas “ tuti benarkah itu,?” Tanya yas. “benar” jawab tuti tiiiidddaaaaak
TAMMAT
Itulah ceritaku sobat jadi jangan pernah kau menyia nyiakan sahabatmu jika sudah tiada penyesalan pun akan menghantuimu,