“CERITA AKHIR SEMESTER”
Teman adalah
orang yang berharga dalam hidup kita karena apa kita selalu membutuhkannya dia
yang selalu menemani kehidupan kita baik sedih maupun duka dia selalu dapat
menghibur kita dikala kita sedang sedih.namun beda dengan apa yang kualami.
Cerita ku berawal dari kelas 1 SMA. Disaat aku
pertama masuk kedalam sekolah baru aku sangat takut untuk mengajak orang untuk
berkenal dan aku pun sulit untuk move on dari teman-teman di SMP. Namun tetap
aku jalani kehidupan ku yang sepi ini . tiba disebuah even yaitu pramuka ada seorang gadis duduk diluar tenda
kebetulan dia adalah teman satu kelas dan satu sangga dengan ku aku coba untuk
memberanikan diri untuk mendekatinya , kita duduk berdua dan bercakap-cakap
tentang kehidupan kita masing – masing. Dan kita pun menjadi akrab. Setelah
kegiatan pramuka tersebut usai dan mulai saat itu hari-hari ku mulai bewarna
dengan kehadiran seorang teman sebut saja dengan YAS, aku telah menganggap yas
sebagai sahabat ku sendiri namun aku tak tau apakah yas menganggap aku sebagai
sahabatnya, hari hariku kini penuh dengan canda dan tawa, ketika itu kita
ketambahan satu teman yaitu sari, awalnya ketika mengenal sari hari hari ku
masih penuh dengan tawa namun akhirnya timbul perbedaan antara aku dan sari
dimata yas. Yas lebih care dengan sari dibandingkan dengan ku. Aku sempat
berfikir apa salah yang telah ku perbuat kepada yas sehingga yas sampai
begitunya.tiba disaat keadaan sedang panas antara yas dengan sari yang tidak
ketaui apa itu penyebabnya, saat itu yas mulai mendekati aku lagi namun aku
terima dengan lapang dada. Dan mulai saat itu tiba tiba timbul permusuhan
antara yas dengan sari sebenarnya aku tidak memihak keduanya namun aku kasihan
kepada yas karena ditinggal oleh sari dia jadi gak punya temen. Sedang kan sari
mudah bergaul sehingga dia mudah dapet teman, aku selalu menemani hari hari yas
, permusuhan mereka semakin hari semakin memanas, berbulan bulan tlah mereka
lalui dengan permusuhan, tiba saat tanggal 31 mei disaat itu adalah hari ultah
ku namun teman teman ku tidak mengetahuinya dan yas pun yang dekat dengan ku
tidak mengetahuinya , sebenarnya aku kecewa, tapi taka pa, saat itu upacara
sedanng berlangsung yas satu barisan dengan ku dan sari berdiri di depan
barisanku, tiba tiba sari berteriak HAPPY BIRTHDAY RIAAS aku kaget dan aku tak
menyangkan sari ingt dengan hari ultah ku mendengar ucapan itu yas hanya
terdiam dan tersenyum padaku, mungkin itu hadiah untuk ku, setelah itu yas
terlihat sedih aku Tanya ada apa dengan mu yas? Dia menjawab aku ingin sekali
baikan dengan sari tapi aku takut untuk mengawalinya? “ udah aku katakana dari
dulu toh apa salahnya minta ma’af duluan aku ingin liat senyum mu dan sari”,
jawabku meski dalam hati aku berkata kau sering melupakan ku yas ketika kau
dekat denngan sari, 7 hari setelah itu sari berulang tahun, namun yas dan sari
belum baikan aku berharap dia bisa baikan di hari ultahnya sari. Namun itu pun
hanya nihil, dan keesokan harinya yas menghampiriku “ aku harus minta ma’af,
aku harus berani tapi gimana?” “ yaudah buruan sana minta ma’af” jawab ku, iya jwab
iyas, setelah bel pulang berbunyi aku bergegas pulang dan ketika aku pulang
ternyata yas memberanikan diri untuk minta ma’af dengan sari dan mereka pun
akirnya baikan tanpa sepengetahuaku ,
Keesokan
harinya mereka sudah bercanda ria sampai sampai dia tak memperdulikan ku ketika
aku .lewat didepannya, hati ini terasa sakit air mata ini seaakan ingin menetes
namun aku tahu, sesak didaa ini semakin menjadi jadi . hari hari bercanda,
ketawa, usil, saling menasehati, curhat bersama yas lama kelamaan semakin pudar
dan semua itu telah digantikan oleh sari, namun aku tak apa mungkin aku bukan
teman yang baik, dan aku udah seneng liat mereka baikan. Semakin hari semakin
aku tak dipedulikan dan akupun mulai agak menjauh setelah sakit yang kurasakan,
dalm hati ku berkata apakah ini jalan hidupku tuhan aku gak punya sahabat,
orang yang ku anggap sahabat dia pergi dia gak inget pegorbanan yang telah aku
lakukan. Disaat aku sedang melamunkan itu tiba tiba dari belakang ada yang
memegang pundak ku smbil berkata” yang sabar ya keep smile aja buat kamu?”,
tapi aku pura pura gak tau apa yang dia katakan sebut saja dia nur,.” Aku taum
perasaan mu “ ? “ perasaan apa sih nur ?” jawab ku “ gak usah gitu aku tau kok
apa yang kamu rasain, makanya kamu yang tabah aja “ jawab nur “ iya nur aku
kuat kok untuk dapat tersenyum lagi, aku pun sudah menebak jika dia baikan
pasti aku akan terlupakan tapi tak apa mungkin itu takdir ku” jawab ku “ semangat ya” sambil jalan meninggalkanku.
Aku hanya tersenyum,.aku berfiir masih ada orang yang memberiku semangat dan
mengerti perasaan ku,.hari hari ku kini tlah menjadi abu abu , disetiap canda
dan tawa mereka bagiku pahit, karena apa dulu aku ikut mewarnai disetiap tawa
merka kini aku telang luntur dengan seiring berjalannya waktu.” Yas rias kamu
dicariin yas tuh” kata nur. “ ha ada apa” jawab ku “ aku gak tau ias duluan ya
keburu nih” jawab nur sambil berlari,”tunggu nur aku mau bicara kepadamu”
teriak ku, ketika itu nur berhenti berlari dan menghampiriku ada apa ias”?
jawabnya “oya nanti kalau ada kabar tentang ku jngan kau sampaikan kepada yas
ya?” pinta ku “kabar apa?”jawab nur “udah sana pergi katanya keburu” jawabku
“iya dadada” jawab nur. Mendengar itu membuat ku berfikir yas masih memikirkan
ku. Ketika perjalan pulang dengan pikiran yang kacau motor yang kukendarai
melaju kencang dan saat itu dijalan aku tersenggol truk dan motor itu pun
terjatuh dan terseret oleh truk saat itu keadaan menjadi gelap terlihat bayang bayang sesosok
yas dan sari yang ketawa dan melambaikan tangannya kepadaku selamat tinggal
rias kata mereka berdua saat itu air mata ku meleleh dan setelah itu aku tak
bisa merasakan apa apa lagi.tubuh ku lemas terbaring di jalan tak
bernyawa,ketika aku bangun aku sudah dialam yang abadi dan aku dapat
menyaksikan pemakaman ku dengan tenang, .
Yas dan sari
pun belum mngetahui keadaan ku yang sudah tak bernyawa hari-hari mereka masih
tetap ceria tiba disuatu hari, yas Tanya paa nur “ nur kok rias sekarang jangan
terlihat apa dia gak masuk sekolah, apa dia sakit?” Tanya yas “ ya mana aku tau
aku kan bukan sahabatnya kan yang sahabatnya kamu” jawab nur sambil meneteskan
air mata. “akhir akhir ini rias menjauh dariku nur aku gak tau apa salah ku,
dan akhir akhir ini aku sms dia gak ada yg bales nurr” cerita yas, nur..nurr
kamu kenapa kok nangis aku salah ya “ Tanya yas. “ enggak yas kamu gak salah
tapi aku gak abis pikir sama kamu yas kamu anggep rias apa sih ? sampai sampai
kamu gak tau keadaannya, dia udah anggep kamu sahabatnya” sambil mengusap air
matanya “gak abis pikir apa sih nur kenapa dengan ias ? kenapa kamu nangis, aku
anggep ias tu sahabatku” Tanya yas “sahabat kamu bilang sahabat , kalau kamu
sahabat nya sekarang kamu tau dimana ias berda haa gila kamu yas dah banyak rias berkorban untuk mu tapi
apa setelah kamu baikan sama si sari kamu melupakannya bahkan kamu hanya
menganggap dia seperti angin lewat” sedu nur
“nur kamu kenapa ? jawan yas “ asal kamu tau rias udah meninggal yas dia
udah tenang dialam sana” jawab nur lalu berlari menggalkan yas. “haaa kamu
bercanda kan nuuurrr” teriak yas, namun nur tak tak mempedulikannya. Yas
menangis dan berteriak “rrrrrrriiiiiiiiiaaaaaaaaassssssssss” kamu dimana …..aku
butuh kamu.dan tiba tiba ada seseorang mendekati yas “ ia rias dah pergi bahkan
udah 1 minggu ini” kata seseorang dari belakang yas “ tuti benarkah itu,?”
Tanya yas. “benar” jawab tuti tiiiidddaaaaak
TAMMAT
Itulah
ceritaku sobat jadi jangan pernah kau menyia nyiakan sahabatmu jika sudah tiada
penyesalan pun akan menghantuimu,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar